HONDA, Emang…Setia

HONDA, Emang…Setia

honda-copy.jpg

                                                By Haery

Berkenderaan motor merupakan suatu alternatif dalam menyisiati kepadatan lalu lintas terutama di kota- kota besar, apalagi seperti di kota Jakarta.  Menurut laporan Kementerian Lingkungan Hidup, dengan mengutip data  dari Departemen Perhubungan, hingga tahun 2003 tercatat jumlah kendaraan bermotor di seluruh Indonesia telah mencapai lebih dari 20 juta. Sejumlah 60% adalah sepeda motor, sedangkan pertumbuhan populasinya adalah lebih dari 4% per tahun. Sementara itu, menurut informasi dari berita salah satu media televisi nasional  di Jakarta, hingga tahun 2007 jumlah kendaraan bermotor roda dua adalah sebanyak 4,9 juta unit. Sungguh jumlah yang ’fantastis’ bila dibandingkan dengan populasi kepadatan penduduk. Apalagi jika dibandingkan dengan jumlah penduduk suatu daerah di luar pulau Jawa.

Namun demikian, berkendaraan dengan motor beroda dua di wilayah perkotaan bukanlah menjadi sesuatu yang menyamankan seperti jika dibandingkan ketika jumlah kendaraan dan angkutan umum masih mengisi jalanan- jalanan dengan mudahnya. Sementara kapasitas jalan ’sebegitu- sebegitu’ saja dan pertumbuhannya tidak secepat kebutuhan yang diperlukan masyarakat akan alat transportasi yang memudahkan mereka untuk akses ke mana tempat tujuan mereka. Kini bahkan bermotor dengan kendaraan beroda dua telah berubah fungsi menjadi suatu ’keharusan’ dari sekian banyak alternatif alat transportasi dan menjadi ’petualangan’ jalan raya dalam berpacu dengan waktu dan kelambatan.

………………………………………………………………………………………….. 

——————————————————————————————————–Konsumen akan melihat dengan cara yang sama. Sekalipun awal  mulanya pengaruh merk akan memberikan dorongan bagi mereka sebagai suatu alternatif terhadap produk- produk mana yang masuk dalam kriteria pilihan untuk dibeli. Perlu diingat, uji coba sebagai tawaran dalam industri kendaraan bermotor hanya berupa tawaran dalam memperkenalkan diri suatu produk kepada masyarakat. Tawaran uji coba adalah juga sama seperti halnya sekedar iklan. Sekalipun konsumen puas akan hasil dari uji coba yang ditawarkan, namun suatu produk akan dikenal oleh masyarakat untuk digolongkan sebagai produk yang baik atau tidak, adalah ketika masyarakat sebagai konsumen mengenalnya dengan mempergunakan produk tersebut dalam jangka waktu yang lebih lama daripada waktu seperti tawaran uji coba tadi. Apapun tawarannya, apakah itu janji akan kemampuannya berupa kecepatan atau daya tahan dari produk seperti kendaraan bermotor, maka secara sekilas dapat dilihat dari animo masyarakat untuk mempergunakannya. Terutama untuk pasar Indonesia, sepanjang produk tadi dapat dijual kembali dengan harga yang relatif tidak ’jatuh’, maka dapat diartikan bahwa produk tersebut adalah unggul secara kualitas atau mutu terhadap pasar. Bukan hanya terbatas kepada mutu produk, namun juga lainnya, yaitu baik secara langsung maupun tidak. Misalnya, ketersediaan spare part.

Baca artikel lengkapnya di:   honda-emang-setia-rev.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: